Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 12 Mei 2013

proses terjadinya hujan dalam presfektif ilmiah dan al qur'an



Proses Terjadinya Hujan
Hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer yang kemudian menjadi butiran air yang cukup berat dan akhirnya jatuh ke atas permukaan bumi. Dalam prosesnya hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es yang dekat diats permukaan bumi.
Hujan terjadi akibat dipengaruhi oleh konveksi di atmosfer bumi dan lautan. Konveksi merupakan sebuah proses pemindahan panas oleh gerak massa suatu fluida dari suatu daerah ke daerah yang lainnya. Air yang terdiri dari air laut, air sungai, air limbah dan sebagainya pada umumnya akan mengalami proses penguapan atau evaporsi akibat dari panas sinar matahari. Uap air yang melayang ke udara akhirnya akan terus bergerak menuju langit yang tinggi, dan akhirnya menjadi kumpulan uap air yang sangat besar.

Uap air yang telah berkumpul di langit yang tinggi kemudian akan mengalami proses pemadatan atau secara ilmiah disebut juga dengan kondensasi, sehingga akan membentuk awan.

Akibat terbawa angin yang bergerak, awan-awan tersebut saling bertemu dan membesar dan kemudian menuju ke atmosfir bumi yang suhunya lebih rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air.

Karena terlalu berat dan tidak mampu lagi ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi, proses ini disebut juga proses presipitasi. Karena semakin rendah, mengakibatkan suhu semakin naik maka es/salju akan mencair, namun jika suhunya sangat rendah, maka akan turun tetap menjadi salju.
Ayat tentang proses turunnya hujan
Tahapan-tahapan dalam proses terjadinya hujan cukup jelas diterangkan dalam Al-Qur'an. Dalam beberapa surat diantaranya Ar-Rum ayat 48 dan An-Nur ayat 43. Hujan memang fenomena yang mengandung banyak hikmah dan manfaat dari kejadiannya. Oleh karena itu hujan menjadi sangat istimewa karena prosesnya dijelaskan dalam firman Allah yang telah turun jauh sebelum ilmu pengetahuan yang mampu menjelaskan hujan berkembang pesat.
Menurut Al-Qur'an dalam surat Ar-Rum ayat 48, proses terjadinya hujan terdiri dari tiga tahapan.
اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ ۖ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira. 

" Dialah Allah yang mengirimkan angin,
lalu angin itu menggerakan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka apabila hujan turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendaki, tiba-tiba mereka menjadi gembira."
Tahapan – tahapan proses terjadinya hujan menurut ayat diatas terdiri dari tiga tahapan yaitu :
Tahap ke-1 : " Dialah yang mengirimkan angin… "
Pada tahap ini uap air yang sangat banyak jumlahnya terbentuk akibat dari penguapan air baik di daratan maupun di lautan. Kemudian angin yang bergerak ke arah vertikal membawa uap air ini keatas. Uap air ini membentuk awan yang merupakan aerosol.
Tahap ke-2 : "...lalu angin itu menggerakan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya dan menjadikannya bergumpal-gumpal..."
Pada tahap ini awan yang telah terbentuk pada tahap ke-1 dibawa oleh angin secara horizontal. Awan-awan ini kemudian berkumpul di langit yang dikehendaki oleh Sang Pencipta. Maka melalui proses ini kita dapat mengetahui bahwa ketika akan hujan maka awan akan mengumpul terlebih dahulu dilangit.
Tahap ke-3 : "... lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya."
Awan-awan yang telah berkumpul kemudian berubah menjadi air. Air ini akhirnya turun ke bumi memberikan kebahagiaan bagi manusia.
Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur'anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.
Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:
"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Al Qur'an, 24:43)
Berdasarkan ayat diatas maka awan hujan terbentuk dari tahapan-tahapan tertentu. Tahap-tahap pembentukan awan hujan adalah sebagai berikut:
Tahap - 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.
Tahap - 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.
Tahap - 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb.
Al-Qur'an menjelaskan fenomena hujan dengan bahasa yang mudah dicerna oleh berbagai kalangan baik dari kalangan sains maupun orang non-sains. Maka jelaslah bahwa Al-Qur'an merupakan cahaya yang diperuntukan bagi seluruh umat islam di dunia.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar